Sistem keamanan Apartemen mengggunakan sensor MQ-2 dan sensor flame
a. Mampu
memahami prinsip kerja dari sensor MQ-2.
b. Mampu mengaplikasikan sensor MQ-2 dan sensor flame dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Alat dan Bahan [KEMBALI]
a. Alat
Ø Dc voltmeter
Ø Dc ampermeter
b. Bahan
Ø Resistor
Ø Relay
Relay adalah komponen yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik yang besar dengan menggunakan kendali listrik arus kecil. Relay memiliki fungsi sebagai saklar atau elektromagnetik switch yang mana dikendalikan oleh magnet listrik
Konfigurasi
pin :
Spesifikasi relay :
Ø Motor DC
Ø Buzzer
Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan loud speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara.
Spesifikasi:
- Tegangan operasi 4-8V DC
- Arus <30mA
- Frekuensi Resonansi
2300Hz
Ø Sensor MQ-2
Sensor MQ-2
adalah sensor yang digunakann untuk mendeteksi konsentrasi gas yang mudah
terbakar di udara serta asap dan output membaca sebagai tegangan analog. Sensor
gas asap MQ-2 dapat langsung diatur sensitifitasnya dengan memutar trimpotnya.
Sensor ini biasa digunakan untuk mendeteksi kebocoran gas baik di rumah maupun
di industri. Gas yang dapat dideteksi diantaranya : LPG, i-butane, propane,
methane , alcohol, Hydrogen, smoke.
Ø flame sensor
Flame Detector merupakan salah satu alat instrument berupa sensor yang dapat mendeteksi nilai intensitas dan frekuensi api dengan panjang gelombang antara 760 nm ~ 1100 nm. Dalam suatu proses pembakaran pada pembangkit listrik tenaga uap, flame detector dapat mendeteksi hal tersebut dikarenakan oleh komponen-komponen pendukung dari flame detector. Sensor nyala api ini mempunyai sudut pembacaan sebesar 60 derajat, dan beroperasi normal pada suhu 25 – 85 derajat Celcius.
Spesifikasi Flame sensor:
a.Tegangan operasi antara 3,3 – 5 Vdc
b.Terdapat 2 output yaitu digital output dan analog output yang berupa tegangan
c.Sudah terpackage dalam bentuk modul
d.Terdapat potensiometer sebagai pengaturan sensitivitas sensor dalam mensensing
Konfigurasi Pin Out:
3. Dasar Teori [KEMBALI]
a. Resistor
Resistor
atau hambatan adalah salah satu komponen elektronika yang memiliki nilai
hambatan tertentu, dimana hambatan ini akan menghambat
arus listrik yang mengalir melaluinya. Satuan
Resistor adalah Ohm (simbol: O) yang merupakan satuan SI
untuk resistansi listrik. Dalam sejarah, kata ohm itu diambil dari
nama salah seorang fisikawan hebat asal German bernama George Simon Ohm. Beliau
juga yang mencetuskan keberadaan hukum ohm yang masih berlaku hingga sekarang.
Rumus
dari Rangkaian Seri Resistor: Rtotal = R1 + R2 + R3 +
….. + Rn
Rumus
dari Rangkaian paralel Resistor: 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 +
1/R3 + ….. + 1/Rn
Rumus
resistor dengan hukum ohm: R = V/I
Cara menentukan nilai
resistor dapat dilihat dengan gelang warna pada tabel berikut:
Berikut contoh cara
menghitungnya :
b. sensor flame
Sensor MQ-2 adalah sensor yang digunakann untuk mendeteksi konsentrasi gas yang mudah terbakar di udara serta asap dan output membaca sebagai tegangan analog. Sensor gas asap MQ-2 dapat langsung diatur sensitifitasnya dengan memutar trimpotnya. Sensor ini biasa digunakan untuk mendeteksi kebocoran gas baik di rumah maupun di industri. Gas yang dapat dideteksi diantaranya : LPG, i-butane, propane, methane , alcohol, Hydrogen, smoke.
Grafik MQ-2
d. flame sensor
Spesifikasi:
a. Mendeteksi cahaya dengan rentang panjang gelombang 760-1100 nm
b. Jarak deteksi : 20cm (4.8V) hingga 100 cm (1V)
c. Sudut deteksi : 60°
d. Tegangan operasi : 3.3-5V
e. Tegangan keluaran : analog
Respons terhadap nyala api yang terdeteksi bergantung pada pemasangan, tetapi dapat mencakup membunyikan alarm, menonaktifkan saluran bahan bakar (seperti propana atau saluran gas alam), dan mengaktifkan sistem pencegah kebakaran. Ketika digunakan dalam aplikasi seperti tungku industri, perannya adalah untuk memberikan konfirmasi bahwa tungku bekerja dengan benar; dalam hal ini mereka tidak melakukan tindakan langsung di luar memberi tahu operator atau sistem kontrol. Detektor api seringkali dapat merespon lebih cepat dan lebih akurat daripada detektor asap atau panas karena mekanisme yang digunakan untuk mendeteksi nyala api.
grafik respon flame sensor
e. Infrared Sensor
Inframerah (Infrared) adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Namanya berarti “bawah merah” (dari bahasa Latin infra, “bawah”), merah merupakan warna dari cahaya tampak dengan gelombang terpanjang.
f. Sensor LDR
LDR (Light Dependent Resistor) merupakan salah satu komponen resistor yang nilai resistansinya akan berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya yang mengenai sensor ini.
Pada umumnya prinsip kerja sensor cahaya ldr ini adalah “Semakin tinggi intensitas cahaya (Terang) yang diterima oleh LDR maka semakin rendah pula nilai resistansi/tahanannya, Sebaliknya Semakin rendah intensitas cahaya (Gelap) yang diterima oleh LDR maka semakin tinggi pula nilai resistansi/tahanannya.”
4. Prosedur Percobaan [KEMBALI]
a. Prosedur percobaan
1. Siapkan semua alat dan bahan yang
diperlukan
2. Disarankan agar membaca datasheet setiap
komponen
3. Cari komponen-komponen yang diperlukan
di proteus
4. Pasang sensor MQ-2, flame sensor, resistor, relay, motor dc, buzzer, dan sumber dc sesuai dengan gambar
rangkaian di bawah
5. Buat rangkaian pengkondisian sinyal
6. Atur nilai resistor serta nilai sensorFlame sensor, dan MQ-2
b. Gambar Rangkaian
5. Prinsip Kerja [KEMBALI]
Apabila sensor flame mendeteksi adanya api maka sensor flame akan aktif atau berlogika 1, dan mengalirkan arus mengalirkan arus dari pin output sensor flame ke kaki base transistor Q1. ini menyebabkan transistor Q1ON dan arus mengalir dari supply ke relay menuju kaki emitter transistor Q1. Sejalan dengan itu, arus juga mengalir pada kumparan (RL1) dan relay pun berpindah yang menyebabkan rangkaian buzzer, led dan motor menjadi rangkaian tertutup. hal ini akan menyebabkan motor hidup, led nyala dan buzzer pun berbunyi.
Apabila Sensor MQ-2
mendeteksi Gas maka sensor MQ-2 akan aktif ( berlogika 1 ) dan
mengalirkan arus dari pin output sensor MQ-2 ke kaki base transistor
Q2. ini menyebabkan transistor Q2ON dan arus mengalir dari supply ke relay menuju kaki emitter transistor Q1. Sejalan dengan itu, arus juga
mengalir pada kumparan (RL2) dan relay pun berpindah yang menyebabkan rangkaian
Led dan motor menjadi rangkaian tertutup. hal ini akan menyebabkan motor
hidup dan Led nyala.
rangkaian simulasi klik here
video simulasi klik here
HTML klik here





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar